Untitled Document
Senin , 22 Jan 2018 Today : 10 - Total : 5,553  
Berita ITC Website Aktivitas Biodata  
Index
 
 
 
 
 
Data Pengguna di Megaupload Akan Dihapus
[Jumat, 03 Feb 2012 (1053 x]
 
 
Setelah dipaksa tutup oleh FBI dan pemiliknya ditahan, Megaupload kembali didera masalah.

Data-data di Megaupload akan dihapus secara bertahap. Penghapusan ini bukan perintah FBI, tetapi karena Megaupload tak membayar sewa ke perusahaan penyedia layanan penyimpanan yang selama ini menyimpan data pengguna Megaupload.

Memang, secara tidak langsung ini karena FBI juga. Megaupload tak bisa membayar tagihan tersebut karena akun bank Megaupload sudah dibekukan FBI.

Menurut rencana, penghapusan tahap pertama akan mulai dilakukan pada Kamis (2/2/2012) waktu setempat.

Penutupan Megaupload merupakan kasus terbesar di Amerika Serikat terkait pembajakan online. FBI menutup situs file sharing tersebut dan menahan tujuh karyawan Megaupload untuk menjalani proses hukum.

Sementara itu, pengguna Megaupload di seluruh dunia merasa dirugikan karena data-data pribadi mereka yang tidak terkait pembajakan juga ikut terblokir dan pengguna sama sekali tak bisa mengaksesnya. Pengguna Megaupload lalu mengancam akan menuntut FBI atas kerugian yang dialami.

Sebetulnya data-data milik pengguna Megaupload tersebut masih ada dan masih bisa diakses. Namun, karena akun bank Megaupload telah dibekukan oleh FBI, Megaupload tak bisa melakukan pembayaran ke dua perusahaan penyedia layanan penyimpanan bagi Megaupload.

Dua perusahaan itu, yakni Carpathia Histing Inc dan Cogent Communications Group Inc, akan menghapus data-data pengguna Megaupload mulai hari Kamis ini.

Pengacara Megaupload, Ira Rothken, mengatakan kepada Associated Press bahwa pengguna Megaupload setidaknya berjumlah 50 juta orang. Di antara jumlah tersebut, sebagian besar menggunakan Megaupload untuk kepentingan pribadi, seperti menyimpan data-data pekerjaan dan kenangan bersama keluarga dalam berbagai format multimedia.

"Jutaan orang menyimpan hasil kerja dan kehidupan personal dan di antara mereka juga menghasilkan uang untuk kehidupan keluarga dari data-data tersebut. Satu atau dua orang dari pemerintahan menghancurkan kehidupan jutaan keluarga. Ini tidak bermoral, tidak etis, dan sangat barbar," ungkap Rothken seperti dikutip CNet.

Megaupload memang berkantor pusat di Hongkong, tetapi server-nya berada di Virginia karena Megaupload mempercayakan penyimpanan data kepada dua perusahaan di Virginia.

Inilah yang menyebabkan Megaupload tersandung kasus tentang pembajakan online, yang sedang gencar diperangi Pemerintah AS.

 
sumber: kompas.com
 
 
BERITA ITC TERBARU
 
Dirombak, Inikah Wajah Baru Yahoo?
Rabu, 31 Oct 2012 - view 3872x
 
Seberapa Parah Koneksi Internet di Indonesia?
Rabu, 31 Oct 2012 - view 3510x
 
Skype di Windows Phone 8
Rabu, 31 Oct 2012 - view 3278x
 
Lumia 610, Windows Phone Termurah dari Nokia
Kamis, 10 May 2012 - view 3656x
 
Penipuan Online Kian Canggih dan Membingungkan
Rabu, 02 May 2012 - view 3912x
 
 
 
 
 
 
 
Untitled Document
 
 
Copyright © 2006. Versi 3.2 @ 2011. Created by Irsyadi Siradjuddin. All Right Reserved.